Bahkan tidak bisa dipastikan akan menurun di tahun-tahun ke depan.
Dan ketika membicarakan masalah HIV serta AIDS, tampaknya sangat penting untuk mengetahui seperti apa gejala awal yang ditimbulkan oleh virus paling mematikan di dunia ini.
Dengan semakin awal kita mengetahui gejala HIV, maka penderita pun akan semakin awal mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.
Well, pada umumnya HIV biasa muncul dalam tiga tahapan.
Di tahap awal, antibody HIV mulai berkembang dan melawan virus yang masuk ke dalam tubuh.
Sementara pada tahap kedua ketika tak ada satupun gejala yang muncul.
Tahap ketiga adalah saat HIV menjadi AIDS.
Tahapan pertama virus HIV masuk dalam tubuh Sebenarnya kondisi orang yang terkena virus HIV menunjukkan gejala yang hampir mirip dengan flu, lho. Baru setelah itu, HIV tidak akan menunjukkan tanda-tanda apapun hingga bertahun-tahun lamanya. Dan dalam tahap serokonversi atau tahap pertama dari serangan HIV biasanya memunculkan gejala seperti di bawah ini, B’timers:
•Sakit di area tenggorokan
•Demam
•Ruam muncul di area tubuh, biasanya ruam ini tidak terasa gatal
•Timbulnya pembengkanan nuda limfa
•Penurunan berat badan
•Diare, gangguan sistem pencernaan
•Kelelahan
•Nyeri pada daerah persendian
•Nyeri otot
Gejala awal dari HIV biasanya akan bertahan selama satu atau dua bulan.
Bahkan pada beberapa kasus, gejala tersebut bisa lebih lama, B’timers. Sebaiknya jika Anda mengalami beberapa gejala HIV yang ada di atas, segera melakukan pemeriksaan medis.
Tahap kedua setelah virus HIV masuk ke dalam tubuh
Begitu gejala pertama menghilang, pada tahap selanjutnya HIV tidak menunjukkan adanya gejala lain di tubuh penderita, B’timers. Namun meskipun dari luar tubuh virus HIV tak memperlihatkan adanya tanda maupun gejala, di dalam tubuh infeksi HIV tetap berlangsung. Virus tersebut tetap menyebar dan akan merusak sistem kekebalan tubuh. Dan lamanya tahapan kedua dari infeksi virus HIV ini bisa berlangsung selama 10 tahun atau lebih, lho.
Tahap ketiga yang menjadi tahap terakhir penyebaran HIV Apabila tak segera ditangani, virus HIV yang telah masuk ke dalam tubuh penderita akan melemahkan sistem kekebalan tubuh daam melawan infeksi, B’timers. Di kondisi seperti ini, pasien akan jauh lebih mudah terserang penyakit serius. Nah, berikut ini adalah tanda-tanda dari infeksi HIV yang merupakan tahap terakhir, B’timers:
•Noda limfa atau kelenjar getah bening pada bagian leher dan pangkal paha akan membengkak •Demam tinggi yang berlangsung selama lebih dari 10 hari
•Selalu merasa mudah kelelahan setiap saat
•Keluarnya keringat pada malam hari
•Berat badan mengalami penurunan, tanpa diketahui penyebab pastinya
•Timbulnya bintik ungu pada kulit dan tidak dapat hilang
•Kesulitan bernapas atau sesak napas
•Gangguan sistem pencernaan yang parah
•Timbulnya infeksi jamur pada mulut, tenggorokan maupun vagina
•Tubuh menjadi mudah memar dan berdarah tanpa sebab
Jika seseorang sudah berada pada tahap terakhir dari infeksi HIV, maka risiko tubuh terkena penyakit mematikan lainnya pun akan semakin meningkat, B’timers.
Cara penyebaran dari virus HID dan AIDS di Indonesia Well, seperti yang telah kita ketahui, penyebaran virus HIV / AIDS dikelompokkan dalam dua kelompok, yaitu melalui hubungan seks bebas tidak aman dan penggunaan jarum suntik narkoba yang dilakukan secara bergantian. Untuk itu sangat penting melakukan pemeriksaan terhadap infeksi virus HIV untuk mendapatkan pengobatan secepat mungkin, B’timers.
Nah, dari beberapa gejala HIV di atas, sebaiknya Anda segera melakukan pemeriksaan jika mengalami salah satu atau lebih dari tanda tersebut, B’timers. (NO)